Kamis, 13 September 2012

Kliping Manusia Purba


KLIPING Tentang

Manusia Purba

9/7/2012

NAMA  : ALFA UNSRI
KLEAS   : VII 5




CORAK KEHIDUPAN PRASEJARAH INDONESIA DAN HASIL BUDAYANYA
Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk budaya yaitu :
• Bentuk budaya yang bersifat Spiritual
• Bentuk budaya yang bersifat Material
i. Masyarakat Prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu :
• Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu, keris
• Animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.
ii. Pola kehidupan manusia prasejarah adalah :
• Bersifat Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan
• Bersifat Sedenter (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan
iii. Sistem bercocok tanam/pertanian
• Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam
• Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah
• Sistem huma untuk menanam padi
• Belum dikenal sistem pemupukan
iv. Pelayaran
Dalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas)
v. Bahasa
• Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
• Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.
jenis fosil manusia purba Indonesia:
01. Meganthropus Paleojavanicus (Sangiran).
02. Pithecanthropus Robustus (Trinil).
03. Pithecanthropus Erectus (Homo Erectus) (Trinil).
04. Pithecanthropus Dubius (Jetis).
05. Pithecanthropus Mojokertensis (Perning).
06. Homo Javanensis (Sambung Macan).
07. Homo Soloensis (Ngandong).
08. Homo Sapiens Archaic.
09. Homo Sapiens Neandertahlman Asia.
10. Homo Sapiens Wajakensis (Tulungagung)
11. Homo Modernman.




MASA BERBURU DAN MENGUMPULKAN MAKANAN

a. Kehidupan Sosial
Mereka telah berkelompok antara 10 – 15 orang • Selalu berpindah-pindah • Mengenal system pembagian tugas
b. Kehidupan ekonomi
Berburu • Bergantung pada alam
c. Kehidupan Budaya
Pendukung kehidupan pada masa ini adalah jenis manusia Pithecanthropus, Meganthropus dan Homo dengan kebudayaan Palaeolitik.
• Hasil kebudayaannya berupa : Kapak genggam / kapak perimbas, alat serpih dan alat tulang / tanduk.
d. Kepercayaan
Mereka telah mengenal penguburan mayat.
2. Masa bercocok tanam
a. Kehidupan Sosial
Sudah menetap • Bergotongroyong • Mengangkat kepala suku
b. Kehidupan ekonomi
Bercocok tanam • Beternak • Perdagangan barter
c. Kehidupan Budaya
Pendukung kehidupan pada masa ini adalah jenis manusia Ras Mongoloid dan Austro melanesoid • Hasil kebudayaannya berupa : Beliung persegi (untuk upacara), Kapak Lonjong (untuk bercocok tanam), mata panah, gerabah dan perhiasan. Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Kubur peti batu, Punden berundak, waruga dan Arca
d. Kepercayaan
Pemujaan terhadap roh-roh nenek moyang / leluhur yang ditandai dengan peninggalan kebudayaan Megalitik seperti : Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Kubur peti batu, Punden berundak, waruga dan Arca.
3. Masa teknologi / perundagian
a. Kehidupan Sosial
Mengenal pembagian kerja • Telah berhubungan dengan dunia luar
b. Kehidupan ekonomi
Berdagang barang-barang magis • Bertani
c. Kehidupan Budaya
Pendukung kehidupan pada masa ini adalah jenis manusia Proto dan Deutro Melayu. • Hasil kebudayaannya berupa : Nekara Perunggu, Bejana Perunggu, Ujung Tombak, Kapak Perunggu, Gelang-gelang / manik-manik perunggu dan Arca Perunggu d. Kepercayaan • Mereka telah mengenal penguburan mayat dengan membawa bekal • Kepercayaan terhadap roh-roh nenek moyang, Animisme, dinamisme dan Monoisme.





PEMBAGIAN ZAMAN BERDASARKAN GEOLOGI

Menurut Ilmu Falak terjadinya bumi telah berlangsung sekitar 2.500 juta tahun yang lalu dan terbagi atas beberapa jaman antara lain :
1. Zaman Arkaikum / Azoikum Pada jaman ini keadaan bumi masih sangat panas dan belum ada tanda-tanda kehidupan.
2. Zaman Palaeozoikum / Primer Pada masa ini sudah ada kehidupan yang ditandai dengan munculnya binatang kecil, amphibi dan reptil.
3. Zaman Mesosoikum Pada masa ini muncul binatang reptil besar seperti Dinosaurus, Atlantosaurus dsb.
4. Zaman Neozoikum / Kainozoikum atau disebut juga jaman hidup baru. Jaman ini terbagi atas dua bagian yaitu :
a. Jaman Tersier Pada jaman ini binatang reptil sudah mulai lenyap dan berkembang binatang menyusui.
b. Jaman Kuarter, terbagi atas dua yaitu :
1) Jaman Dilluvium/jaman Es/Interglasial. Pada masa ini Eropa Utara, Asia Utara dan Amerika Utara tertutup oleh es yang sangat luas. Bagian Barat Indonesia menyatu dengan Asia sedangkan bagian Timur menyatu dengan Australia. 2) Jaman Alluvium / Holosen Pada jaman inilah berkembangnya kehidupan manusia jenis Homo Sapiens seperti manusia sekarang ini.
Kehidupan Manusia Purba di Indonesia

           Manusia Purba adalah jenis manusia yang hidup jauh sebelum ditemukan tulisan. Manusia Purba memiliki volume otak yang lebih kecil dari manusia modern. Manusia yang hidup berkelompok dan mengandalakan makanan dari buah-buahan dan binatang. Manusia yang hidupnya masih sederhana dengan alat-alat yang sederhana pula
Kehidupan manusia purba dapat diketahui melalui peninggalan berupa:
- Fosil, merupakan sisa tulang belulang manusia, tumbuhan, hewan yang telah membatu.
- Artefak, merupakan peralatan dan perlengkapan kehidupan manusia sebagai hasil dari kebudayaan.
                                           Jenis-jenis manusia Purba di Indonesia:
1. Megantropus Palaeojavanicicus
2. Pithecantropus Erectus
3. Pithecantropus Mojokertensis
Disebut juga Pithecantropus Robustus istilah ini dari Weidenrich.
4. Pithecantropus Soloensis
Manusia purba ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari pada Pithecantropus meskipun letak tulang belakang belum seperti manusia modern. Sehingga beberapa ahli menganggap manusia purba jenis ini tergolong dalam Homo Sapien
5. Homo Sapien
Homo Sapien merupakan jenis manusia purba yang telah memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang. Homo Sapien memiliki sifat seperti manusia sekarang. Homo Sapien merupakan nenek moyang bangsa-bangsa di dunia. Homo Sapien memiliki kehidupan yang sangat sederhana dengan cara mengembara. Homo Sapien yang ada di Indonesia di sebut Homo Wajakensis.
Homo Wajakensis
Homo Wajakensis merupakan Homo Sapien pertama di Asia. Homo Wajakensis memiliki tengkorak yang besar dengan volume sekitar 1630 cc
Tabel Pembagian Lapisan Bumi dan Jenis Manusia Purba
Lapisan Jenis Manusia Purba
Pleistosin bawah (Lapisan fauna Jetis) Pithecantropus Mojokertensis
Meganthropus Palaeojavanicus
Pleistosin tengah (Lapisan fauna Trinil) Pithecantropus Erectus
Pleistosin awal/atas (Lapisan fauna Ngandong) Pithecantropus Soloensis
Homo Wajakensis
Holosin Homo Sapiens
                                                          JENIS MANUSIA PURBA
Jenis Manusia Purba Hidup (berlangsung) Peneliti/Penemu Fosil yang ditemukan Tempat dan Tahun Penemuan Ciri-ciri
                                                       Megantropus Palaeojavanicus.
Mega artinya besar, Anthropus artinya manusia, Palaeo artinya tua, dan Javanicus artinya Jawa. Arti: Manusia tertua yang hidup di Jawa 2 juta sampai 1 juta tahun yang lalu. Pleistosin Bawah (Lapisan Jetis) Von Koeningswald. Tulang rahang bawah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah (Lembah Sungai Bengawan Solo) 1941 - Berbadan besar.
- Kening menonjol.
- Tulang pipi menebal.
- Rahang kuat.
- Tidak memiliki Dagu.
- Makanan utamanya tumbuh-tumbuhan
                                                            Pithecantropus Erectus.
 Pithe artinya kera, sedang Erectus artinya tegak. Arti: Manusia Kera yang sudah dapat berjalan tegak 1 juta sampai 600.000 tahun yang lalu. Pleistosen Tengah (Lapisan Trinil). Eugene Dubois
tulang rahang, 2 geraham, bagian atas tengkorak, tulang paha kiri Trinil, Ngawi, Jawa Timur 1890-1892 - Tubuh agak kecil
- Tulang kening sangat menonjol ke depan
- Geraham lebih besar dari manusia biasa
- Tulang paha menyerupai manusia sehingga dapat berjalan tegak
- Kemampuan berpikir masih rendah dimana volume otaknya ada diantara volume otak manusia (lebih dari 1000 cc) dan volume otak kera (600 cc) tepatnya 900 cc
- Tinggi 165-180 cm
- Berat sekitar 104 kg
                                                      Pithecantropus Mojokertensis.
Arti: Manusia kera dari Mojokerto 2,5 sampai 1,25 juta tahun yang lalu Pleistosin Bawah (Lapisan Jetis) Von Koeningswald dan Weidenreich. tengkorak anak-anak yang berusia belum lewat 5 tahun Perning, Mojokerto, Jawa Timur 1936 - Kening sedikit menonjol
- Tengkorak bagian atas sangat tebal
- Volume otak 650 ccakan mencapai 1000 cc
- Memiliki Rahang atas maupun bawah
- Gigi geraham kedua merupakan gigi yang terbesar dan gigi depan yang kecil
Pithecantropus Soloensis
Arti: Manusia kera dari Solo 900.000 sampai 300.000. Pleistosin Atas (Lapisan Ngandong) Von Koeningswald dan Weidenreich. 11 fosil tengkorak, tulang rahang, dan gigi Ngandong, Lembah Sungai Bengawan Solo, 1931-1934 - Memiliki tengkorak lonjong, tebal, dan masif (padat)
- Dahi lebih terisi
- Hidungnya lebar
- Rongga matanya sangat panjang
- Volume otak 1000 cc-1300 cc
                                                     Homo Sapien (Homo Wajakensis).
 Arti: Manusia purba yang telah memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang 60.000 sampai 25.000 tahun yang lalu. Homo Wajakensis Pleistosin Atas (Lapisan Ngandong) Ditemukan Von Rietschoten Diteliti Eugene Dubois. Tengkorak yang mirip dengan tengkorak penduduk Australia Wajak, Tulung Agung, Jawa Timur 1889 - Muka datar dan lebar
- Hidung lebar
- Bagian mulutnya sedikit menonjol
- Dahi agak miring dan di atas rongga mata terdapat busur kening yang nyata
- Rahangnya tergolong massif
- Memiliki gigi yang besar-besar
- Pada gigitan, gigi seri atas tepat mengenai gigi bawah
- Tubuhnya berdiri tegak dengan tinggi sekitar 173 cm (130-210 cm)
- Berat 30-150 kg
- Volume otak 1300 cc












Ditulis Oleh : alfa unsri // 06.36
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Hak Cipta

MyFreeCopyright.com Registered & Protectedcopyright copy
Setiap artikel blog ini dilindungi hak ciptanya di MyFreeCopyright.com dan setiap penjiplakan akan dilaporkan ke pihak Google. Diharapkan agar pengutipan penuh atau sebagian selalu disertai link ke halaman artikel di blog ini. Terima Kasih atas pengertiannya.