Kamis, 13 September 2012

Makalah Tentang Penyakit JANTUNG



KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah tentang Jantung.
Tujuan penulisan ini untuk mengetahui dan mempelajari struktur, fisiologis dan cara kerja jantung.
Dalam penyusunan makalah ini, kami mendapatkan banyak pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing kami dan semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan di masa mendatang.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan semua pihak yang membacanya.
Palembang, 4 November 2008
Penulis


















BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Belakangan ini juga sering ditemukan gagal jantung mendadak ketika seseorang sedang beraktifitas, seperti yang menyerang beberapa atlit-atlitsepak bola ternama di dunia di tengah lapangan sepak bola. Biasanya hal itu disebabkan oleh pemaksaan aktifitas jantung yang melebihi ambang batas, atau kurangnya pemanasan sebelum melakukan olah raga. Kebiasaan merokok sangat berpengaruh pada sistem kerja dan kesehatan jantung. Oleh karena itu kami membahas tentang struktur, fungsi dan cara kerja jantung. Jantung merupakan salah satu organ terpenting tubuh, berakibat pada kematian. Masalah pada jantung dibagi karena kegagalan organ jantung seringkali hampir menjadi dua bagian, yaitu penyakit jantung dan serangan jantung. Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan Jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan itu dikarenakan oleh melemahnya otot jantung dan karena adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan.
B. Tujuan
 Untuk mempelajari bagaimana kerja jantung yang sebenarnya.
 Untuk memahami semua bagian-bagian jantung
 Untuk menambah wawasan tentang jantung secara keseluruhan, baik anatomi, fungsi dan kesehatan jantung.
 Untuk memenuhi tugas makalah jantung yang telah diberikan.



BAB II
PEMBAHASAN
Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani cardiauntuk jantung. Jantung adalah salah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah.
A. Stuktur anatomi dan fisiologi jantung
1. Struktur
 Organ berongga
 Berotot lurik
 Berbentuk kerucut
 Terletak diantara dua paru dibelakang sternum
 Ukuran : panjang 12 cm , lebar 9 cm , tebal 6 cm
 Berat 250 – 300 gr
2. Bagian – bagian jantung
 Atrium
Merupakan ruang jantung bagian atas , ukuran atrium lebih kecil, berfungsi sebagai ruang penerima dan merupakan tempat tujuan aliran darah dari vena.
 Ventrikel
Merupaka ruang jantung bagian bawah , digunakan sebagai ruang pemompa (discharging) dan tempat derah di dorong ke arteri.
 Septum
Terletak ditengah jantung , memisahkan jantung kiri dan kanan dan berjenis otot.
 Lapisan – lapisan jantung
1. Endokardium : Lapisan jantung ysng paling dalam, terdiri dari selaput lendir, melapisi permukaan rongga jantung dan berkesinambungan dengan katub jantung dan lapisan endotel pembuluh darah.
2. Miokardium : Lapisan inti jantung, terdiri dari otot-otot jantung, berperan penting dalam sirkulasi darah.
3. Perikardium : Lapisan terluar jantung, terdapat cairan yang dihasilkan membran serosa yang berfungsi sebagai pelicin.
 Katup jantung
Memiliki 4 katup :
1. Katup trikuspidalis : Terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan.
2. Katup Mitral : Terletak antara ventrikel kiri dan atrium kiri.
3. Katup Aorta : Terletak antara ventrikel kiri dan aorta.
4. Katup Pulmoner : Terletak anta ventrikel kanan dan arteri pulmonalis.
3. Fisiologi
Jantung berfungsi sebagai pemompa darah. Atrium kanan berfungsi untuk menyimpan dan menyalurkan darah ke ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis, atrium kiri menerima darah dari empat vena pulmonalis yang berisi darah yang kaya akan oksigen, ventrikel kiri menerima darah dari atrium kanan kemudian memompa ke arteria pulmonalis melalaui katup pulmonal, ventrikel kanan memerim darah dari atrium kiri (kaya O2) kemudian memompa ke aorta melalui katup aorta keseluruh tubuh.





B. Permukaan Jantung
Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan seorang laki-laki dewasa. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga thoracic, di balik tulang dada/sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.
Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel padadiafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.
Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara sebelah kiri dan kananserambi (atrium) & bilik (ventrikel).
C. Struktur Internal Jantung
Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.
Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas, khususnya di aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Dua pasang rongga (bilik dan serambi bersamaan) di masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antaraserambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebutkatup bikuspidalis atau katup berdaun dua.
D. Cara Kerja Jantung
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.
Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.
Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.
Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.






E. Seputar Kesehatan Jantung
Jantung merupakan salah satu organ terpenting tubuh, berakibat pada kematian. Masalah pada jantung dibagi karena kegagalan organ jantung seringkali hampir menjadi dua bagian, yaitu penyakit jantung dan serangan jantung.
 Irama Jantung Yang Normal.
Irama sinus (sinus rhythm) merupakan irama satu-satunya irama yang selalu normal, pada orang muda, interval R-R berkurang (berarti frekuensi jantung meningkat) pada inspirasi keadaan ini disebut aritmia sinus (sinus arrhythmia) pada aritmia sirus tiap kopleks P,Q,R,S,T adalah normal, dan hanya interval diantaranya saja yang berubah. Aritmia sinus menjadi kurang nyata dengan semakin bertambanya usia Ekstrasistole supraventnkular, baik atrial maupun junsional ( juntional) sering di jumpai pada EKG normal.
Pada irama , sinus gelombang P dalam keadaan normal tegak keatas pada semua sadapan (lead) kecuali pada VR.lead merupakan hubungan khas dua elektroda, ada tiga golongan lead :
a. Lead dasar (lead bipolar / lead standar) mengukur perbedaan potensial bidang frontal tubuh yamg terdiri dari :
• Lead I : menrgukur potensial antara RA dan LA
• Lead II : menrgukur potensial antara RA dan LL
• Lead III : menrgukur potensial antara LA dan LL
b. Lead augmented (lead unipolar ) ekstremitas mengukur perbedaan potensial bidag transversal
Lead ini merupakan uni polar karena potensial yang nampak pada satu elektroda bersama-sama dengan elektroda reference yang ekivalen, yang mana merupakan rata-rata sinyal di tunjukan satu atau dua elektroda.
c. Lead prekordial (sadapan unipolar prekordial ) untuk melihat EKG dalam bidang transvrsal yang di tandai dengan huruf “V(voltage) dan dibelakang huruf “V”diberi angka yang merupakan lokasi elektroda diatas dada (precordial) pemasangan elektroda dianjurkan oleh American Heart Association adalah : V1. V2. V3. V4. V5. V6. V7. V.8 dan V9
• V1 : Ruang iga IV pada garis sternal kanan
• V2 : Ruang iga IV pada garis sternal kiri
• V3 : Terletak ditengah antara V2 dan V4
• V4 : Ruang iga V garis tenga clavicula kiri
• V5 : Ruang iga V garis axilla depan kiri
• V6 : Ruang iga V garis axilla tengah kiri
• V7 : Ruang iga V garis axilla belakang kiri
• V8 : Ruang iga V garis scapula belakang
• V9 : Batas kiri dari colum vertebralis
Posisi EKG pada bidang transversal :
(a) Pengamatan Frontal
(b) Pengamatan di atas


Interval PR selalu sama ( konstan ), dan batas normalnya adalah 0.12-0.22 detik ( 3-5 kotak kecil pada kertas EKG) sedangkan pada kompeleks QRS, paras jantung ( cardiac axis) yang normal dominan keatas pada lead I,II dan III tetapi tertingi pada lead II ukuran gelombang R dan S pada lead V1 antara tingi pada lead V1 harus terdapat gelombang R kecil dan gelombang S dalam, dan keseimbangan di antara keduanya harus berubah secara progresif dari V1 ke V6keseimbangan antara tingi gelombang R dan S memberikan informasi bahwa EKG. Batas normal ditetapkan pada 25 mm u/ gelombang R pada V5 atau V6 atau S pada V1.atau V2.dan jumlah R pada V5 atau V6dengan S pada V1.atau V2 dan jumlah R pada V5 atau V6 pada V1.atau V2 diharapkan kurang dari 35 mm.
Lebar dari kompleks QRS harus kurang dari 3 mm (berarti lamanya kurang dari 0.12 detik ) kepada semua lead. Depolarisasi septum interventrikular yang normal dari kiri ke kanan menyebabkan gelombang Q septal yang kecil pada lead II VL dan V5. V6. lead III.segmen ST( bagian dari EKG diantara gelombang S dan gelombang T) harus horisontal dan isolektrik.Elevasi segmen ST merupakan tanda dari infrak miokard akut, dan depresi segmen ST dapat dapat menunjukan iskemia atau efek digitalis dan mengikuti gelombang S.
Pada EKG normal gelombangT mengalami inversi pada VR , tetapi biasanya kearah atas ( tegak) pada semua lead yang lain ,termasuk juga pada lead III VR dan V1 gelombang T yang runcing ( peakad ), khas pada anterior pada orang sehat
 Hasil Pencatatan Kelistrikan Jantung
Pencatatan potensial listrik hasil aktivitas jantung biasanya dikerjakan 12 lead. Hasil perekaman EKG pada posisi lead II sebagai berikut :





F. Penyakit Jantung
Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan Jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal-hal tersebut antara lain:
 Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tak dapat melakukan aktifitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat menyebabkan tubuh menjadi nampak kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan.
 Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidaksempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Penyakit ini juga membuat penderita tidak dapat melakukan aktifitas yang berat, karena aktifitas yang berat hampir dapat dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak nafas, walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah serambi.






G. Serangan Jantung
Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi, namun penyebab utamanya biasanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot jantung, oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbat atau mengeras, entah oleh karena lemakdan kolesterol, ataupun oleh karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung Phenol Propano Alanin (ppa) yang banyak ditemui dalam obat-obat seperti Decolgen, dan nikotin.
Belakangan ini juga sering ditemukan gagal jantung mendadak ketika seseorang sedang beraktifitas, seperti yang menyerang beberapa atlit-atlitsepak bola ternama di dunia di tengah lapangan sepak bola. Biasanya hal itu disebabkan oleh pemaksaan aktifitas jantung yang melebihi ambang batas, atau kurangnya pemanasan sebelum melakukan olah raga.
Orang yang selamat dari sebuah serangan jantung yang parah biasanya juga mengalami komplikasi di bagian tubuh yang lain, seperti misalnya stroke. Biasanya, orang yang selamat dari serangan jantung yang gawat membutuhkan alat pacu jantung untuk mensupport jantungnya agar tidak tiba-tiba berhenti.




H. Penanggulangan
Tidak ada penanggulangan yang lebih baik untuk mencegah penyakit dan serangan jantung, di samping gaya hidup sehat (seperti sering bangun lebih pagi tidak sering tidak terlalu larut malam, dan menghindari rokok dan minuman beralkohol), pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur, serta tidak terlalu banyak makan makanan berlemak dan berkolesterol tinggi), dan olah raga yang teratur dan tidak berlebihan. Namun, ada beberapa zat yang dipercaya mampu memperkecil atau memperbesar resiko penyakit dan serangan jantung, di antara lain:
Beberapa peneliti menyebutkan bahwa zat allicin di dalam Bawang Putih ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa oleh khasiat zat allicin, ketegangan pembuluh darah berkurang 72%. Namun beberapa peneliti lain ada juga yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara Bawang Putih dengan kesehatan Jantung. Dalam studi yang dilakukan pada 90 perokok berbadan gemuk, para peneliti Eropa mendapati bahwa tambahan bubuk bawang putih selama 3 bulan tak memperlihatkan perubahan dalam kadar kolesterol mereka atau beberapa tanda lain resiko penyakit jantung.
Studi membuktikan bahwa mengurangi merokok tidak mengurangi resiko penyakit Jantung. Untuk benar-benar mengurangi resiko penyakit Jantung, seseorang harus benar-benar berhenti merokokb.
Penemuan yang diterbitkan dalam Journal of the American College ofCardiology mengungkapkan konsumsi suplemen Vitamin C dapat mengurangi resiko penyakit jantung.
Penelitian menunjukkan, mengurangi konsumsi garam dapat mengurangi resiko penyakit Jantung. Konsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah. Pada percobaan diet rendah garam menunjukkan resiko penyakit jantung hingga 25% dan resiko serangan jantung hingga 20%.




BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
 Jantung merupakan bagian terpenting dari tubuh.
 Jantung sebagai pemompa darah.
 Jantung terletak di antara dua paru di belakang sternum.
 Penyakit jantung terjadi karena melemahnya oto-otot jantung dan karena adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan.
B. Saran
Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit dan serangan jantung, diperlukan gaya hidup sehat (seperti sering bangun lebih pagi tidak sering tidak terlalu larut malam, dan menghindari rokok dan minuman beralkohol), pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur, serta tidak terlalu banyak makan makanan berlemak dan berkolesterol tinggi), dan olah raga yang teratur dan tidak berlebihan.

Ditulis Oleh : alfa unsri // 05.11
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Hak Cipta

MyFreeCopyright.com Registered & Protectedcopyright copy
Setiap artikel blog ini dilindungi hak ciptanya di MyFreeCopyright.com dan setiap penjiplakan akan dilaporkan ke pihak Google. Diharapkan agar pengutipan penuh atau sebagian selalu disertai link ke halaman artikel di blog ini. Terima Kasih atas pengertiannya.